“Coretan Tembok, Lukisan Kenangan”

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • Disukai 0
  • Dibaca 17 Kali
Yaya nana

Coretan di tembok itu mungkin terlihat seperti kenakalan, padahal ia adalah jejak awal kreativitas yang tak terbendung.

Meski kertas telah disediakan, jiwa anak-anak selalu mencari ruang yang lebih luas untuk berekspresi.

Dan bagi seorang ayah, melihat tembok yang penuh gambar bukanlah sekadar “kotor”, melainkan lukisan kenangan yang hidup—ada tawa, ada kebebasan, ada masa kecil yang sedang tumbuh.

Kelak, saat mereka dewasa, tembok itu mungkin sudah bersih kembali…

tetapi kenangan tentang coretan itu akan tetap melekat di hati,

menjadi rindu yang tak bisa dihapus oleh waktu.