Dari Lombok ke Tambakberas: Menjemput Berkah dan Meneguhkan Khidmah
Rombongan JATMAN NTB
Ada perjalanan yang tidak sekadar tentang jarak, tetapi tentang niat. Ada langkah yang tidak sekadar untuk menghadiri acara, tetapi untuk meneguhkan kembali khidmah kepada ulama, JATMAN, dan Nahdlatul Ulama.
Rabu, 26 Agustus 2026, kami bersama para pengurus JATMAN NTB berangkat dari Lombok menuju Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri momentum Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Sesampainya di Bandara Juanda Sidoarjo, kami disambut oleh panitia Muktamar dan diarahkan menuju Pondok Pesantren Al-Mubarok Jombang, tempat kami menginap yang lokasinya tidak jauh dari arena Muktamar. Sambutan hangat tersebut semakin menguatkan rasa persaudaraan bahwa dalam keluarga besar NU, jarak daerah bukanlah penghalang untuk bersilaturahmi dan berkhidmah.
Muktamar NU adalah forum tertinggi organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun. Muktamar ke-35 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan jam'iyah, merumuskan arah perjuangan NU ke depan, serta memilih kepemimpinan untuk masa khidmat berikutnya.
Kami datang bukan sebagai pemilik suara dalam Muktamar. Tidak ada hak untuk menentukan keputusan melalui pemungutan suara. Namun, kehadiran tetap memiliki makna.
Bagi kami, bisa hadir di Tambakberas pada momentum yang hanya terjadi lima tahun sekali merupakan sebuah kebanggaan. Kami datang untuk menyaksikan sejarah, bersilaturahmi, mengambil keberkahan, dan merasakan langsung denyut perjuangan Nahdlatul Ulama. Karena khidmah tidak selalu harus dengan suara. Khidmah juga bisa dengan kehadiran, silaturahmi, doa, dan kesetiaan menjaga perjuangan para ulama.
Perjalanan dari Lombok menuju Jombang akhirnya mengajarkan satu hal sederhana: tidak semua orang harus berada di dalam ruang pengambilan keputusan untuk menjadi bagian dari perjuangan.
Ada yang berkhidmah dengan memimpin, ada yang berkhidmah dengan bekerja, ada yang berkhidmah dengan ilmu, dan ada pula yang berkhidmah dengan hadir serta menjaga silaturahmi. Kami memilih untuk hadir.
Harapan dari Muktamar
Muktamar bukan hanya tentang siapa yang terpilih dan siapa yang memimpin. Lebih dari itu, Muktamar harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan, memperbaiki kekurangan, dan merumuskan langkah baru yang lebih baik. Karena itu, pesan kami sederhana: Semoga hasil Muktamar ke-35 NU benar-benar membawa perubahan.
Perubahan yang dirasakan oleh warga NU di akar rumput. Perubahan yang memperkuat pesantren, pendidikan, dakwah, ekonomi umat, kaderisasi, dan pelayanan sosial. Perubahan yang membuat NU semakin hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Jangan sampai energi besar yang dihimpun dari seluruh penjuru Nusantara berhenti hanya di ruang Muktamar. Apa yang diputuskan di Tambakberas harus mampu dirasakan manfaatnya oleh umat sampai ke pelosok desa.
Dari ujung barat hingga timur, mereka datang dengan cara yang berbeda. Tetapi niatnya satu: cinta kepada jam’iyah dan semangat untuk berkhidmah.
