Jangan Menjadi Hamba yang Malas, Karena Penyesalan Selalu Mengikutinya
Syekh Abdul Qadir al-Jailani memberikan nasihat yang sangat dalam:
يَا غُلَامُ، لَا تَكْسَلْ، فَإِنَّ الْكَسْلَانَ يَكُونُ أَبَدًا مَحْرُومًا، وَالنَّدَامَةُ فِي رِبْقِهِ. جَوِّدْ أَعْمَالَكَ، وَقَدْ جَادَ الْحَقُّ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكَ بِالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
Artinya:
"Wahai anakku, janganlah engkau malas. Sesungguhnya orang yang malas akan selalu menjadi orang yang terhalang (dari berbagai kebaikan), dan penyesalan selalu membelenggunya. Perbaikilah amal-amalmu, karena Allah Yang Maha Benar telah melimpahkan kepadamu berbagai nikmat dunia dan akhirat."
Nasihat ini mengajarkan bahwa kemalasan bukan sekadar sifat buruk, tetapi penyakit hati yang menghalangi seseorang dari keberhasilan dunia maupun keselamatan akhirat. Orang yang malas sering kali memiliki cita-cita besar, namun enggan berusaha. Ia mengetahui kebaikan, tetapi menunda untuk melaksanakannya. Akhirnya, yang tersisa hanyalah penyesalan.
Allah Swt. telah mengingatkan bahwa manusia hanya memperoleh hasil dari apa yang diusahakannya.
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
"Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." (QS. An-Najm: 39)
Ayat ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang karena angan-angan, melainkan melalui ikhtiar yang sungguh-sungguh. Ilmu tidak akan diperoleh tanpa belajar, rezeki tidak akan datang tanpa usaha, dan derajat di sisi Allah tidak akan diraih tanpa amal saleh.
Rasulullah ﷺ juga berlindung kepada Allah dari sifat malas. Beliau berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa kemalasan merupakan sifat yang harus diperangi dengan doa sekaligus usaha.
Orang Malas Selalu Merugi
Syekh Abdul Qadir mengatakan:
فَإِنَّ الْكَسْلَانَ يَكُونُ أَبَدًا مَحْرُومًا
"Sesungguhnya orang yang malas akan selalu menjadi orang yang terhalang."
Terhalang dari ilmu karena enggan belajar.
Terhalang dari rezeki karena enggan bekerja.
Terhalang dari ibadah karena selalu menunda.
Terhalang dari kemuliaan karena tidak mau berjuang.
Tidak ada keberhasilan tanpa kesungguhan. Sebaliknya, kemalasan membuka pintu kegagalan.
Penyesalan Menjadi Belenggunya
Ungkapan beliau:
وَالنَّدَامَةُ فِي رِبْقِهِ
"Penyesalan selalu membelenggunya."
Banyak orang menyesal ketika usia telah senja. Mereka berkata, "Seandainya dahulu aku rajin belajar, rajin beribadah, memanfaatkan waktu, tentu hidupku berbeda."
Namun penyesalan tidak mampu mengembalikan waktu yang telah berlalu.
Perbaikilah Amal
Kemudian beliau berpesan:
جَوِّدْ أَعْمَالَكَ
"Perbaikilah amal-amalmu."
Bukan hanya memperbanyak amal, tetapi memperindah kualitasnya. Amal yang baik adalah amal yang ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Allah berfirman:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
"Dia yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya." (QS. Al-Mulk: 2)
Perhatikan, Allah tidak mengatakan "paling banyak amalnya", tetapi "paling baik amalnya."
Allah Telah Bermurah Hati kepada Kita
Syekh Abdul Qadir mengingatkan:
وَقَدْ جَادَ الْحَقُّ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكَ بِالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
"Padahal Allah telah bermurah hati kepadamu dengan nikmat dunia dan akhirat."
Kesehatan, umur, akal, iman, keluarga, waktu, dan kesempatan adalah karunia yang sangat besar. Maka sungguh tidak pantas jika semua nikmat itu disia-siakan dengan kemalasan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengannya: kesehatan dan waktu luang." (HR. al-Bukhari)
Penutup
Seorang mukmin hendaknya menjadikan setiap hari lebih baik daripada hari kemarin. Jangan biarkan kemalasan mencuri umur yang Allah anugerahkan. Waktu yang berlalu tidak akan kembali, sedangkan amal akan terus menemani hingga ke liang kubur.
Mari kita melawan kemalasan dengan ilmu, semangat, disiplin, dan doa kepada Allah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang rajin beribadah, bersungguh-sungguh dalam bekerja, memperbaiki kualitas amal, serta menutup kehidupan kita dengan husnul khatimah.
"Orang yang malas hidup dalam angan-angan, sedangkan orang yang bersungguh-sungguh hidup dalam perjuangan. Angan-angan melahirkan penyesalan, tetapi perjuangan melahirkan keberkahan."
Kitab Al-Fath ar-Rabbani karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
