Mukmin adalah Cermin: Nasihat sebagai Jalan Mengenali dan Memperbaiki Diri

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • Disukai 0
  • Dibaca 269 Kali
Kajian di masjid karang langko babussalam

Dalam Kitab Al-Fath ar-Rabbani, Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله memberikan pelajaran penting tentang arti persaudaraan dalam iman. 

اِقْبَلْ نُصْحَ أَخِيكَ الْمُؤْمِنِ وَلَا تُخَالِفْهُ، فَإِنَّهُ يَرَى لَكَ مَا لَا تَرَى أَنْتَ لِنَفْسِكَ. وَلِهَذَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

«الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ الْمُؤْمِنِ» الْمُؤْمِنُ صَادِقٌ فِي نُصْحِهِ لِأَخِيهِ الْمُؤْمِنِ، يُبَيِّنُ لَهُ أَشْيَاءَ تَخْفَى عَلَيْهِ. يُفَرِّقُ لَهُ بَيْنَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، يُعَرِّفُهُ مَا لَهُ وَمَا عَلَيْهِ.

Artinya :  “Terimalah nasihat saudaramu yang mukmin dan janganlah engkau menyelisihinya, karena sesungguhnya ia melihat pada dirimu sesuatu yang tidak engkau lihat pada dirimu sendiri.

Karena itulah Nabi ﷺ bersabda, ‘Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.’

Seorang mukmin tulus dalam memberikan nasihat kepada saudaranya sesama mukmin. Ia menjelaskan kepadanya perkara-perkara yang tersembunyi darinya, membedakan baginya antara kebaikan dan keburukan, serta memberitahukan kepadanya apa yang menjadi haknya dan apa yang menjadi kewajibannya.”

Nasihat Membuka Kekurangan yang Tidak Kita Sadari

Pesan pertama yang ditekankan Syekh Abdul Qadir adalah kesediaan menerima nasihat. Manusia mempunyai keterbatasan dalam menilai dirinya sendiri. Kita dapat dengan mudah melihat kekurangan orang lain, tetapi ketika kekurangan yang sama terdapat dalam diri sendiri, nafsu sering mencari pembenaran.

Seseorang dapat merasa dirinya tegas, padahal orang lain melihat adanya kekasaran. Ia merasa percaya diri, padahal mungkin telah muncul kesombongan. Ia merasa sedang membela kebenaran, padahal boleh jadi terselip keinginan memenangkan diri. Bahkan seseorang dapat merasa ikhlas dalam beramal, sementara tanpa disadari mulai menyukai pujian dan penghormatan.

Di sinilah pentingnya orang lain yang tulus. Ia dapat melihat dari luar sesuatu yang sulit kita lihat dari dalam.

Karena itu, ketika mendapat nasihat, jangan pertama-tama bertanya, “Siapa yang menasihati saya?” Lebih penting bertanya, “Apakah yang disampaikan itu benar dan ada pada diri saya?”

Mengapa Mukmin Disebut Cermin?

Cermin tidak membuat noda pada wajah; ia hanya menunjukkan noda yang memang sudah ada. Demikian pula saudara yang tulus. Ia dapat melihat sesuatu dalam diri kita yang sulit kita lihat sendiri. Allah mengingatkan:

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32)

Ayat ini mendidik kita agar tidak terlalu cepat merasa diri sudah baik. Ada kemungkinan penyakit seperti ujub, riya, kesombongan atau cinta pujian tumbuh tanpa kita sadari. Nasihat orang lain terkadang menjadi jalan Allah untuk menunjukkan kekurangan tersebut.

Nasihat Membantu Mengetahui Hak dan Kewajiban

Syekh Abdul Qadir juga menegaskan bahwa saudara yang tulus membantu kita membedakan antara kebaikan dan keburukan serta mengetahui apa yang menjadi hak dan apa yang menjadi kewajiban.

Manusia sering lebih mudah mengingat haknya daripada kewajibannya. Kita ingin dihormati, tetapi perlu bertanya apakah kita telah menghormati orang lain. Kita ingin diperlakukan dengan baik, tetapi perlu bermuhasabah apakah kita telah berbuat baik kepada mereka. Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penutup

Menerima nasihat membutuhkan tawaduk, sedangkan memberikan nasihat membutuhkan keikhlasan. Jangan hanya mencari orang yang memuji kita; kita juga membutuhkan orang tulus yang berani menunjukkan kekurangan kita.

Cermin yang menunjukkan noda tidak perlu dipecahkan; nodanya yang harus dibersihkan. Demikian pula nasihat yang benar tidak seharusnya dibenci, tetapi dijadikan jalan untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri.