“NU harus tetap menjadi benteng akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Pesantren adalah lembaga utama dalam mencetak generasi yang berakhlak, cerdas, dan berwawasan kebangsaan. Kita harus menjaga warisan keilmuan ini dengan istiqamah,”
Pesantren adalah tempat yang dirancang untuk memberikan pendidikan agama dan karakter secara menyeluruh, sesuatu yang sulit dilakukan di rumah. Dengan sistem pendidikan yang terjadwal selama 24 jam, pesantren membekali santri dengan ilmu, kedisiplinan, dan nilai-nilai Islam. Kekurangan yang ada di pesantren bukan alasan untuk meremehkannya, tetapi menjadi pengingat bahwa kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren. Mari terus bekerja sama untuk m
TGH. Ridwanullah mengajarkan kita untuk tetap istiqomah dalam berbuat kebaikan, mengutamakan kepentingan umat, dan mencintai ilmu tanpa mengenal lelah, meskipun dihadapkan dengan berbagai ujian dan tantangan hidup.
Meraih kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat. Dengan memulai dari memperbaiki hati dengan memperbanyak dzikir, mempelajari ilmu agama, dan menjauhi segala penyakit hati seperti hasad, sombong, dan riya'. Kemudian, kita wujudkan kebaikan hati itu dalam amal perbuatan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.
menghargai waktu adalah salah satu cara untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat. Seperti yang diingatkan oleh Imam Al-Ghazali, kehidupan adalah amanah yang harus kita isi dengan amal kebaikan. Semoga kita bisa meneladani semangat beliau dalam memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Wallahu a'lam bish-shawab.
Saat membuka album foto, saya menemukan kenangan 5 Januari 2002. Foto itu menampilkan Ayahanda merem dan Ummina “keselak,” hasil jepretan kamera baru yang saya beli. Kilatan flash membuat mereka terkejut, tapi tawa setelahnya menjadi kenangan hangat yang tak terlupakan.
