TGH. Hardiyatullah lahir pada tahun 1987 di Dusun Bermi, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, dan tumbuh dalam lingkungan keluarga religius yang kental dengan tradisi pesantren dan dakwah. Sejak usia dini, ia mendapat bimbingan langsung dari ayahandanya, TGH. Ridwanullah, serta diasuh oleh Haji Adnan Ibrahim dalam mempelajari Al-Qur’an dan kitab-kitab keislaman. Pendidikan formalnya dimulai pada tahun 1993 di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, seiring dengan pembinaan intensif dalam ilm
Setelah lulus MTs Darussalam tahun 2002, saya merantau ke Pondok Pesantren Alfalah Ploso, Kediri, untuk memperdalam ilmu dengan menggabungkan kajian kitab kuning dan sekolah formal. Perjalanan ini menjadi awal kemandirian, di mana saya menghadapi tantangan bahasa dalam memahami kitab berbahasa Jawa (pegon). Namun dengan kesungguhan, saya mampu menunjukkan pemahaman hingga mendapat motivasi dari guru, sekaligus menyadari bahwa keterbatasan adalah jalan untuk tumbuh dalam menuntut ilmu.
Berawal dari rasa penasaran, ia mengenal seorang gadis sholehah. Melalui komunikasi sederhana lewat SMS, hubungan mereka semakin dekat meskipun belum pernah bertemu. Keyakinan dan keberanian akhirnya membawanya datang ke rumah sang gadis untuk menyampaikan niat serius. Dengan restu keluarga dan keyakinan yang kuat, perjalanan cinta mereka berlanjut menuju pernikahan yang diberkahi.
Masa kecil memang tak dapat diulang, tetapi hikmah dan kenangan dari masa itu selalu menjadi harta yang tak ternilai, pengingat bahwa setiap fase kehidupan memiliki keindahan dan pelajaran tersendiri.
Syekh Soleh bukan sekadar seorang guru. Beliau adalah teladan dalam keistiqamahan, kesabaran, dan ketulusan dalam mendidik. Semoga keberkahan ilmu yang beliau ajarkan terus mengalir kepada kami dan para murid lainnya. Sosoknya akan selalu kami kenang, dan do'a kami senantiasa teriring untuk beliau.
