• TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 26 Oktober 2024

Nasihat Luqman kepada anaknya untuk tidak menghina seseorang karena penampilannya adalah ajaran berharga yang relevan hingga hari ini. Melalui ajaran Al-Qur'an dan hadis, kita diingatkan untuk selalu menghormati sesama, menghindari sifat sombong, dan menilai orang lain dari ketulusan hatinya, bukan penampilannya.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 25 Oktober 2024

Kisah Nabi Sulaiman AS dan Abdurrahman bin Auf RA mengingatkan kita bahwa kekayaan adalah amanah yang besar. Meskipun seseorang dijamin masuk surga, seperti para nabi dan sahabat, tanggung jawab atas kekayaan yang dimiliki tetap harus dipertanggungjawabkan. Mereka yang memiliki harta melimpah akan dihisab lebih lama karena mereka harus menjawab dari mana harta itu didapatkan dan bagaimana harta itu digunakan.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 22 Oktober 2024

Rasulullah SAW melalui sebuah hadisnya mengajarkan umat Islam untuk mensyukuri tiga nikmat besar dalam kehidupan, yaitu keamanan, kesehatan, dan kecukupan rezeki. Dengan mendalami hadis ini, diharapkan dapat lebih memahami pentingnya rasa syukur atas nikmat yang sering dianggap sederhana namun sangat esensial dalam hidup.Tulisan ini juga akan mengeksplorasi bagaimana ketiga nikmat tersebut dapat memberikan kebahagiaan dan ketenangan batin yang sejati, serta kaitannya dengan konsep kehidupan yan

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 18 Oktober 2024

Kehidupan yang kita lewati ini bukanlah tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang seberapa dalam kita merasakan kedamaian, syukur, dan kepuasan hati dalam setiap pemberian Allah. Kekayaan jiwa adalah harta yang abadi, sedangkan kekayaan materi hanyalah sementara.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 16 Oktober 2024

"Jangan Resah, Semua Kemalangan Dunia Akan Berakhir, jangan terperdaya dengan kesenangan, sebab hal itupun akan cepat sirna.

  • TGH. Hardiyatullah, M.Pd
  • 15 Oktober 2024

Khotbah Umar bin Abdul Aziz mengingatkan manusia tentang tujuan penciptaan dan hakikat kehidupan di dunia. Ia juga menegaskan bahwa Dunia bukan tempat kehidupan yang abadi; kita akan berpindah ke kehidupan akhirat yang kekal. Umar juga menggambarkan betapa dunia ini penuh dengan kesulitan, di mana kenikmatan yang kita nikmati sering kali harus diperoleh dengan pengorbanan. Oleh karena itu, Umar menasihati agar kita memperbanyak amal sebagai bekal menuju kehidupan abadi di akhirat